Evanescence – My Immortal

June 27, 2007 at 10:31 pm (entertaiment)

I’m so tired of being here
Suppressed by all my childish fears
And if you have to leave
I wish that you would just leave
‘Cause your presence still lingers here
And it won’t leave me alone

These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase

[Chorus:]
When you cried I’d wipe away all of your tears
When you’d scream I’d fight away all of your fears
And I held your hand through all of these years
But you still have
All of me

You used to captivate me
By your resonating light
Now I’m bound by the life you left behind
Your face it haunts
My once pleasant dreams
Your voice it chased away
All the sanity in me

These wounds won’t seem to heal
This pain is just too real
There’s just too much that time cannot erase

[Chorus]

I’ve tried so hard to tell myself that you’re gone
But though you’re still with me
I’ve been alone all along

[Chorus]

Permalink 1 Comment

Finiiiiiiish……………

June 26, 2007 at 12:04 pm (mine...)

wah… akhirnya udah terasa udara kebebasanku….

seletelah uas , seminar pun berlalu

habis gelap terbitlah terang hehehe….

sekarang tinggal mikirin rencana liburan

cari ce kali ye…..

Permalink 1 Comment

Fakta – fakta yang aneh

June 23, 2007 at 10:24 pm (do yoU know???)

1. jumlah ayam lebih banyak dari jumlah manusia

2. ikan hiu merupakan satu2nya ikan yang dapat mengedipkan matanya bersamaan

3. bola mata kalkun lebih besar dari ukuran otaknya

4. adalah tidak mungkin bersin dengan mata terbuka

5. anda setidaknya berulang tahun bersama dengan 9 juta orang lainnya  di dunia ini

6. manusia rata-rata tertidur setelah merebahkan badan selama 7 menit

Permalink Leave a Comment

father and son

June 21, 2007 at 12:57 pm (entertaiment)

just watch and listen this song whether you feel homesick for your father…
do you know how meaningful his presence in your life…???
forever i can’t see him again…

miss u dad…. :(

Permalink 3 Comments

cara menginstal kasih sayang…

June 20, 2007 at 1:00 pm (article)

Dialog antara seorang Customer Service Representative (CS Rep) dengan

seorang Customer.

CS Rep: Ya, ada yang bisa saya bantu?

Customer: Baik, setelah saya pertimbangkan, saya ingin Menginstal
KASIH-SAYANG. Bisakah anda memandu saya menyelesaikan
prosesnya?
CS Rep : Ya, saya dapat membantu anda. Anda siap melakukannya?
Customer: Baik, saya tidak mengerti secara teknis, tetapi saya siap
untuk menginstalnya sekarang. Apa yang harus saya lakukan dahulu?

CS Rep: Langkah pertama adalah membuka HATI anda. Tahukan anda di mana
HATI anda?
Customer: Ya, tapi ada banyak program yang sedang aktif. Apakah saya
tetap bisa menginstalnya sementara program-program tersebut aktif?

CS Rep: Program apa saja yang sedang aktif?

Customer: Sebentar, saya lihat dulu, Program yang sedang aktif adalah

SAKITHATI.EXE, MINDER.EXE, DENDAM.EXE dan BENCI.EXE

CS Rep: Tidak apa-apa. KASIH-SAYANG akan menghapus SAKITHATI.EXE dari

sistem operasi Anda. Program tersebut akan tetap ada dalam memori anda,

tetapi tidak lama karena akan tertimpa program lain.

KASIH-SAYANG akan menimpa MINDER.EXE dengan modul yang disebut

PERCAYADIRI.EXE. Tetapi anda harus mematikan BENCI.EXE dan DENDAM.EXE.
Program tersebut akan menyebabkan KASIH-SAYANG tidak terinstal secara
sempurna. Dapatkah anda mematikannya?

Customer: Saya tidak tahu cara mematikannya. Dapatkah anda memandu
saya?
CS Rep: Dengan senang hati. Gunakan Start menu dan aktifkan
MEMAAFKAN.EXE.

Aktifkan program ini sesering mungkin sampai BENCI.EXE

dan DENDAM.EXE terhapus.

Customer: OK, sudah. KASIH-SAYANG mulai terinstal secara otomatis.
Apakah ini wajar?
CS Rep : Ya, anda akan menerima pesan bahwa KASIH-SAYANG akan terus
diinstal kembali dalam HATI anda. Apakah anda melihat pesan tersebut?
Customer: Ya. ! Apakah sudah selesai terinstal?
CS Rep : Ya, tapi ingat bahwa anda hanya punya program dasarnya saja.
Anda perlu mulai menghubungkan HATI yang lain untuk mengupgradenya.

Customer: Oops. Saya mendapat pesan error. Apa yang harus saya akukan?

CS Rep: Apa pesannya?

Customer: ERROR 412 – PROGRAM DOES NOT RUN ON INTERNAL COMPONENT”. apa

artinya?

CS Rep: Jangan kuatir, itu masalah biasa. Artinya, program KASIH-SAYANG

diset! Untuk aktif di HATI eksternal tetapi belum bias aktif dalam HATI

internal anda. Ini adalah salah satu kerumitan pemrograman, tetapi
dalam istilah non-teknis ini berarti anda harus men-”KASIH-SAYANG”-i
mesin anda sendiri sebelum men-”KASIH-SAYANG”-i orang lain.

Customer: Lalu apa yang harus saya lakukan?

CS Rep: Dapatkah anda klik pulldown direktori yang disebut “PASRAH”?

Customer: Ya, sudah.

CS Rep: Bagus. Pilih file-file berikut dan salin ke direktori”MYHEART”:

MEMAAFKAN-DIRI-SENDIRI.DOC, dan MENYADARI-KEKURANGAN.TXT. sistem akan

menimpa file-file konflik dan mulai memperbaiki program-program yang
salah. Anda juga perlu mengosongkan recycle bin untuk memastikan
program-program yang salah tidak muncul kembali.

Customer: Sudah. Hei! HATI saya terisi file-file baru. SENYUM.MPG aktif
di monitor saya dan menandakan bahwa DAMAI.EXE dan KEPUASAN.EXE dikopi
ke HATI. Apakah ini wajar?

CS Rep: Kadang-kadang. Orang lain mungkin perlu waktu untuk
mendownloadnya. Jadi KASIH-SAYANG telah terinstal dan aktif. Anda
harus bisa menanganinya dari sini. Adasatu lagi hal yang penting.
Customer: Apa?
CS Rep: KASIH-SAYANG adalah freeware. Pastikan untuk memberikannya
kepada orang lain yang anda temui. Mereka akan share ke orang

lain dan seterusnya sampai anda akan menerimanya kembali.

Customer: Pasti. Terima kasih atas bantuannya. have a nice day…)

CS Rep: Selamat menginstall.

Permalink Leave a Comment

matematika uang

June 19, 2007 at 12:55 pm (comedy)

Di salah satu sekolah dasar di Yogyakarta, seorang guru mengajarkan matematika, dengan menggunakan uang rupiah sebagai sarana penyampaiannya.

Bu Guru bertanya, “Perhatikan anak-anak, pada uang rupiah yang bergambar Pak Harto berapakah nilai rupiahnya?”

Murid-murid menjawab, “Lima puluh ribu, Bu Guru!”

Bu Guru bertanya lagi, “Sekarang perhatikan, pada uang rupiah yang bergambar monyet di hutan berapakah nilai rupiahnya?”

Murid-murid menjawab, “Lima ratus, Bu Guru!”

Untuk mentest kekuatan penalaran murid-muridnya, dengan penuh selidik, Bu Guru bertanya, “Jadi apa kesimpulan yang dapat kita tarik dari gambar dan nilai masing-masing uang rupiah tersebut anak-anak?”

Murid-murid secara serempak menjawab, “Lima puluh ribu dibagi lima ratus adalah seratus, Bu Guru. Jadi menurut mata uang kita, Pak Harto sama nilainya dengan seratus monyet di hutan, Bu Guru!”

Permalink Leave a Comment

Agama & Sepak Bola

June 19, 2007 at 12:53 pm (article)

Dunia ribut, dimana2 antrian panjang mewarnai kota2 besar sampai desa terpencil, hari ini adalah hari dimulainya pendaftaran resmi untuk agama baru. Segera agama baru ini menjadi tren yang tak dapat dibendung lagi, segera mengalahkan pamor agama2 yang sudah lama ada. Penganutnya terdiri dari semua golongan, dari presiden sampai tukang sampah, pria dan wanita, tua bangka sampai anak2 kecil, semua begitu gandrung dengan agama baru ini. Mereka rela berjam2 mengamalkan ajaran2 agama baru itu dengan senang hati, dan tentu saja banyak dari mereka begitu fanatiknya sehingga rela menyerahkan apa saja, bahkan nyawa demi agama baru ini. Sebenarnya, sejak lama agama ini dilarang, banyak yang bilang, agama harus punya orang yang membawanya, baik itu nabi atau orang2 suci lainnya. Agama harus punya serangkaian mekanisme yang jelas, punya ajaran tentang hidup setelah mati, punya surga dan neraka. Tapi siapa perduli, justru agama baru yang tak banyak punya peraturan, selain peraturan untuk jujur dan tidak bermain kotor inilah yang banyak diminati. Apa lacur, akhirnya pihak berwenang pun akhirnya harus mengijinkan agama baru ini terdaftar resmi. Buku2 dan ensiklopedia pun harus menambah daftar mereka.

Untuk memperingati berdirinya agama baru ini, akan diadakan perhelatan akbar pertandingan indoor, ada pula yang menyebutnya futsal. Ini mengingat animo yang begitu besar dari seluruh dunia untuk menghadiri pertandingan ini, akhirnya karena tidak ada satupun stadion di dunia yang mampu menampung pengunjung dengan jumlah yang sangat besar, maka diputuskan pertandingan ini diadakan di dalam stadion kecil dan disiarkan secara langsung ke seluruh dunia secara langsung. Perayaan besar itupun datanglah, dua tim tangguh sudah siap saling beradu strategi dan kemampuan.

Tim A dengan pemain2 yang sudah tak asing lagi malang melintang dalam dunia manusia, di bagian belakang sebagai penjaga gawang ada Zarathustra. Gelandang kanan sekaligus back Yesus, gelandang kiri sekaligus back Bahaullah, di bagian striker ada dua striker kawakan yang terkenal dengan tendangannya yang maut, Muhammad dan Plato. Di bangku cadangan tim A, ada tiga nama yang juga sudah tak asing lagi, Guru Nanak, Saladin dan Sai Baba.

Tim B adalah tim underdog, tim yang relatif baru, tetapi karena kesolidan mereka dan kekuatan taktik mereka, tentu akan menyajikan pertandingan menarik malam ini. Sebagai penjaga gawang, adalah Karl Marx yang walaupun desas-desusnya hidup beberapa bulan tanpa gaji dari klubnya, tetapi tetap dengan rela bermain dengan klubnya, karena memang kepemilikan klub ini adalah kepemilikan bersama, terutama pemain2nya dan masyarakat kelas bawah. Sebagai gelandang kanan sekaligus back ada Nietszche, sedangkan di sebelah kiri ada Aristoteles. Striker andalan klub ini masih tetap sama, duo terkenal Einstein dan Sidharta. Di bangku cadangan ada dua nama yang tidak begitu dikenal khalayak ramai, yaitu Baruch Spinoza dan Jaini. Satu pemain juga dicadangkan karena sedang cedera otot kaki yaitu Charles Darwin.

Pengamanan pertandingan begitu ketat, hanya orang2 tertentu saja yang dengan acak dipilih untuk bisa menonton secara langsung pertandingan ini. Tidak boleh membawa apapun, baik itu pamflet, spanduk, bahkan bendera kecil pun tidak boleh. Tetapi walaupun begitu, di luar stadion sudah banyak kerumunan massa yang menjagokan tim masing2. Banyak sudah bendera2 besar bertebaran di tepi jalan, ada bendera bergambar bulan bintang, ada palu arit, palang salib, swastika, dan lain sebagainya. Tetapi tentu saja mereka tidak boleh masuk ke dalam stadion, satu2nya bendera yang ada di dalam stadion adalah sebuah bendera berukuran 4×5 meter berwarna biru yang bergambarkan bulatan menyerupai bola ditengahnya. Di dalam bulatan ada tulisan melingkar ” Love n Peace”.

Priiiiiiiitttttttttttttttttt……………pertandingan pun dimulai……………..

Tim A tampil menyerang lebih dulu, umpan2 dari Yesus kepada Muhammad atau Plato berkali2 membahayakan gawang yang dijaga Karl Marx. Setelah sepuluh menit pertandingan berlangsung, tim B mulai kedodoran di bagian pertahanan. Nietszche berulang2 membiarkan Muhammad lepas dari penjagaannya, Muhammad berlari lebih kencang daripada Nietszche. Tetapi penyelamatan2 Marx memang luar biasa, sehingga gawang yang dia jaga masih belum kebobolan. Menit ke 20, Yesus memberikan umpan silang kepada Plato, yang kemudian disambut dengan tendangan salto, tetapi meleset di samping gawang Marx. Beberapa menit kemudian, Plato mendapatkan kesempatan bagus dan lepas dari pengamatan Marx, segera dia melepaskan tendangan jarak jauh, ah namun sayang membentur mistar gawang. Tetapi Muhammad segera menyambar bola muntahan itu dan memasukkan ke gawang Marx, dan kedudukan pun menjadi 1-0 untuk Tim A. Sorak sorai pendukung meluap, Tim A menunjukkan kelasnya sebagai tim papan atas. Pelatih tim B segera bertindak, Nietszche segera ditarik dari lapangan, penyakit siphilis yang dideritanya memang sudah akut, dan itu memang mempengaruhi staminanya. Spinoza segera masuk menggantikan Nietszche, pemain kelahiran Amsterdam ini memang lebih dikenal sebagai pemain tanpa pusar, karena staminanya yang kuat dan lain dari Nietszche, walaupun tinggal di Amsterdam, dia tidak pernah bermain esek2 dengan pelacur.

Setelah unggul 1-0, tim A segera menurunkan tempo permainan, mereka lebih cenderung bermain bertahan. Taktik catenaccio yang dipilih memang efektif, menjelang turun minum, kedudukan masih tetap 1-0 untuk keunggulan tim A. Rupanya taktik mereka untuk mengunci Einstein berhasil, Einstein hampir tidak dapat menyentuh bola lebih dari 5 detik. Selain itu Sidharta selalu ditempel ketat oleh Bahaullah. Taktik bertahan disertai sesekali menyerang ini memang menjadi andalan tim A.

Setelah 10 menit turun minum, babak kedua pun dimulai. Tim B sekarang yang tampil menyerang, keempat pilar tim B bekerja ekstra keras. Mereka rupanya menerapkan taktik total football, yang walaupun sangat menguras energi, tapi rupanya mereka tidak punya pilihan lain. Berkali2 tim B mencoba menembus pertahanan tim A, tetapi selalu gagal. Bahkan beberapa serangan balik dari Tim A sempat membahayakan gawang tim B. 10 menit menjelang pertandingan usai, assist yang sangat bagus sekali dari Sidharta, langsung menusuk jantung pertahanan tim A. Einstein menggiring bola sebentar, mengecoh Yesus dan akhirnya diselesaikan dengan manis oleh Einstein. Kedudukan pun sekarang sama 1-1. Stadion tiba2 gemuruh, para pendukung tim A merasa tidak puas. Mereka melempar2 kan botol2 ke lapangan, sementara itu di luar gedung, terjadi keributan luar biasa. Pendukung tim A dan tim B bentrok, petugas keamanan segera datang untuk meredakan suasana. Di dalam stadion, semakin banyak lemparan2 yang masuk ke lapangan, disertai dengan sorakan cemoohan. Wasit menghentikan sementara pertandingan, untuk meredakan suasana. Wakil dari tim A, Yesus dan wakil tim B, Karl Marx segera mengambil gerakan sigap. Mereka menyerukan kepada para penonton untuk segera tenang, karena tujuan pertandingan ini adalah persahabatan dan pengertian, bukan kerusuhan dan keributan.

Setelah suasana agak tenang, pertandingan pun diteruskan. Walaupun di luar stadion, keributan masih terus terjadi. Petugas keamanan sampai kuwalahan meleraikannya. Para pemain kedua tim sudah agak kehilangan konsentrasi, terutama tim A sudah mulai agak frustasi karena catenaccio mereka mendapat counter attack yang efektif dengan total football. Berkali2 serangan mendadak 4 pilar tim B membahayakan gawang yang dijaga Zarathustra. Kedudukan masih 1-1 saat injury time. 3 menit extra diberikan. Tim B masih terus mendesak pertahanan tim A, hingga saat Yesus kehilangan kontrol atas bola dan direbut oleh Aristoteles, dengan kecepatan tinggi Ary (panggilan Aristoteles) segera menunjukkan individual skill nya yang luar biasa. Dia berhasil menggiring bola sampai ke titik penalti, sebelum akhirnya dijegal oleh Plato dari belakang. Tackle Plato cukup keras sehingga Ary kelihatan kesakitan, wasit segera menunjuk titik putih. Tim B mendapatkan hadiah tendangan penalty, hanya beberapa detik sebelum pertandingan berakhir. Ary protes kepada wasit, seharusnya Plato yang notabene orang yang pernah mengajari Ary sepak bola diberi ganjaran kartu kuning atau bahkan kartu merah. Tetapi wasit tak bergeming, Tim B hanya mendapat penalty. Stadion menjadi ribut tidak karu2an, penonton semakin banyak melemparkan semua barang ke dalam lapangan, bahkan ada yang terlihat mencabut bangku penonton dan melemparkannya ke dalam lapangan. Tetapi wasit memutuskan melanjutkan pertandingan, tendangan penalty diambil oleh Einstein. Dengan penuh percaya diri, Einstein melesakkan bola ke pojok gawang. Zarathustra hanya terlihat terdiam bengong. Kegembiraan meledak, tim B bersorak sorai karena kemenangan gemilang ini. Tetapi di luar lapangan keributan semakin menjadi2, hooligan agama ini ternyata tak hanya membuat keributan dengan fans tim B, tetapi juga membikin keributan di antara mereka sendiri. Sebagian menyalahkan yang lain karena blunder yang dibuat tim A menjelang akhir pertandingan. Terdengar teriakan2 dan mulai timbul korban jiwa.

Wasit meniup peluit panjang tanda pertandingan usai, pemain kedua tim mulai bertukar pakaian dan saling berpelukan. Karl Marx kelihatan malah bercanda dengan Yesus, di pojok lapangan kelihatan Muhammad dan Ary sedang kelihatan serius membicarakan sesuatu. Tiba2 Muhammad dan Ary memanggil rekan tim masing2 untuk segera berkumpul. Setelah membentuk lingkaran seperti akan bertanding kembali, kedua tim beserta pemain cadangan berjalan ke tengah lapangan. Keributan masih terus berlangsung, baik di dalam stadion maupun di luar.

Muhammad : ” Saudara2ku yang terkasih, jika kalian tidak segera menghentikan kekerasan ini, kami berjanji bahwa pertandingan ini adalah pertandingan terakhir kami.”

Ary : ” Binatang2 yang mengaku manusia, berhentilah berkelahi. Bumi sudah cukup puas menerima cucuran darah kalian. Ekam Sat Vipraha Bahudha Vadanti. “.*

Tetapi rupanya kerusuhan antar hooligan itu terus berlanjut…………………………….

==================================

* Kebenaran itu tunggal, walau jalannya berlainan

Permalink 1 Comment

Pos1T1VE tHinking…

June 18, 2007 at 12:16 pm (do yoU know???)

Berpikir Positif selalu baik untuk kita, dengan berpikir positif kita akan melakukan segala suatu hal tanpa beban, tanpa rasa takut ataupun hal hal yang negatif lainnya (iya gak sih :p)

Ada beberapa cara untuk mempertahankan sikap positif dalam diri kita, yang pertama adalah motivasi diri, caranya mudah, kita dapat melihat seberapa jauh keinginan kita dengan menentukan impian dalam hidup, hal hal yang harus kita capai dalam hidup ini.

Yakinlah bahwa kegagalan adalah suatu PROSES dan BUKAN tujuan akhir dari perjuangan kita, jadi berhenti saat belum berhasil adalah suatu kebodohan besar, yakinlah bahwa kita BISA sebab sebagian besar orang yang gagal adalah orang yang TIDAK MENCOBA atau BERHENTI PERCAYA bahwa mereka bisa

Menyandarkan kesalahan atau kelemahan pada takdir, adalah hal yang sangat bodoh !. Kata kata seperti “Saya gak bakat” atau “Gak punya teman” atau “Gak bisa ngomong” adalah suatu hal yang sia sia diucapkan, kalo mau ngomongin diri sendiri mbok yang bagus, ini yang diomongin yang jelek jeleknya aja, kalo gak bisa ya usaha dong memperbaiki diri

Dalam berpikir dan bertindak positif, seharusnya kita tidak berorientasi pada hasil, akan tetapi pada usaha yang telah kita lakukan serta manfaatnya bagi kita, kita tidak memandang kegagalan sebagai kegagalan akan tetapi sebagai pelajaran dalam menempuh usaha yang gagal tersebut, kita memandang sisi positif dari setiap hal yang kita temui….

Oh well, dah rada cape juga mikir :p , Ada 10 Ciri ciri orang positif yang dikutip dari vikingawur.com
yang bagus juga untuk dipelajari (dan diterapkan tentunya yah)

1. Melihat masalah sebagai tantangan
Bandingkan dengan orang yang melihat masalah sebagai cobaan hidup yang terlalu berat dan bikin hidupnya jadi paling sengsara sedunia.

2. Menikmati hidupnya
Pemikiran positif akan membuat seseorang menerima keadaannya dengan besar hati, meski tak berarti ia tak berusaha untuk mencapai hidup yang lebih baik.

3. Pikiran terbuka untuk menerima saran dan ide
Karena dengan begitu, boleh jadi ada hal-hal baru yang akan membuat segala sesuatu lebih baik.

4. Mengenyahkan pikiran negatif segera setelah pikiran itu terlintas di benak ‘Memelihara’ pikiran negatif lama-lama bisa diibaratkan membangunkan singa tidur. Sebetulnya tidak apa-apa, ternyata malah bisa menimbulkan masalah.

5. Mensyukuri apa yang dimilikinya
Dan bukannya berkeluh-kesah tentang apa-apa yang tidak dipunyainya

6. Tidak mendengarkan gosip yang tak menentu
Sudah pasti, gosip berkawan baik dengan pikiran negatif. Karena itu, mendengarkan omongan yang tak ada juntrungnya adalah perilaku yang dijauhi si pemikir positif.

7. Tidak bikin alasan, tapi langsung bikin tindakan
Pernah dengar pelesetan NATO (No Action, Talk Only), kan? Nah, mereka ini jelas bukan penganutnya.

8. Menggunakan bahasa positif maksudnya, kalimat-kalimat yang bernadakan optimisme, seperti “Masalah itu pasti akan terselesaikan,” dan “Dia memang berbakat.”

9. Menggunakan bahasa tubuh yang positif di antaranya adalah senyum, berjalan dengan langkah tegap, dan gerakan tangan yang ekspresif, atau anggukan. Mereka juga berbicara dengan intonasi yang bersahabat, antusias, dan ‘hidup’.

10. Peduli pada citra diri
Itu sebabnya, mereka berusaha tampil baik. Bukan hanya di luar, tapi juga di dalam.
(seperti biasa, lengkapnya silahkan klik link diatas)

Jadi, apakah kita senang menjadi orang negatif atau kita siap berubah menjadi positif

Permalink 1 Comment

MENGGEDOR KETERBATASAN DENGAN IMAJINASI YANG CERDAS

June 17, 2007 at 12:10 pm (do yoU know???)

“Tetapkan mimpi Anda dan imajinasikan ke dalam otak Anda, maka otak Anda akan menyimpan perintah itu berupa energi yang akan mewujudkan mimpi Anda.”

Tahukah Anda bahwa otak kita dalam aktivitasnya adalah berupa sinyal-sinyal listrik yang akan menghasilkan gelombang energi dalam berbagai skalanya?

Analoginya sebagai berikut:
Ketika kita melihat wanita cantik dan seksi, maka bayangan wanita cantik dan seksi itu akan tetangkap oleh sel-sel retina mata kita, dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke otak kita. Sinyal-sinyal dari kiriman retina mata akan mengaktifkan sel-sel yang bertanggung jawab terhadap proses penglihatan tersebut. Maka kita bisa melihat wanita cantik dan seksi tersebut.

Jika Anda menginginkan untuk berkenalan dengan wanita tersebut dalam proses berpikir di otak. Maka pada saat proses berpikir itu, otak menghasilkan sinyal-sinyal listrik yang berpendar-pendar. Di sana bakal dihasilkan gelombang dengan energi tertentu. Otak adalah generator sinyal-sinyal listrik yang saling terangkai menjadi kode-kode keputusan.

Sinyal-sinyal listrik itu merambat ke seluruh tubuh, lewat komando otak, menghasilkan gerakan-gerakan, mimik, tingkah laku, atau tindakan sesuai keputusan atau perintah dari otak. Dan proses ini—dari melihat wanita tersebut sampai membuat keputusan untuk berkenalan—berlangsung hanya dalam beberapa detik saja. Luar biasa, semua terkomando dan terjadi atas “kehendak” kita saja.

Dari ilustrasi di atas saya hendak menyampaikan tentang kekuatan akan “sebuah kehendak”. Jika kita “menghendaki” suatu keinginan atau suatu mimpi berarti kita sudah menanamkan “perintah” di dalam otak kita . Otak kita akan menyimpan perintah tersebut. Dan secara tidak sadar otak kita akan menanamkannya dalam pikiran bawah sadar kita. Maka hendaknya perintah tersebut harus spesifik dan jelas agar pikiran bawah sadar kita memiliki program yang jelas. Kenapa pikiran bawah sadar kita dikendalikan oleh otak? Karena otak adalah pusat dari segala aktivitas pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita.

Otak akan tetap bekerja meskipun kita tidak sedang dalam keadaan sadar. Ini berarti dalam keadaan tidur pun otak kita masih bekerja. Buktinya otak masih mengirimkan sinyal-sinyal untuk mengatur denyut jantung, pernafasan, suhu tubuh, hormon-hormon pertumbuhan, dan sebagainya.

“Dalam keadaan tidak berada dalam kesadaran, otak tetap memancarkan sinyal-sinyal listrik alias tetap bekerja sehingga program-program yang kita informasikan pada otak, secara otomatis otak akan menanamkannya dalam pikiran bawah sadar kita.”

Oleh karena itu kita hendaknya menginformasikan perintah atau program kepada otak kita dengan jelas dan spesifik. Kenapa? Karena jika otak menerima perintah yang kurang jelas atau kita menginformasikan kehendak kita secara buram, maka otak tidak bisa menginformasikan pada pikiran bawah sadar kita secara jelas dan spesifik. Sehingga hasilnya tidak maksimal atau tidak menggiring kita ke arah sukses. Padahal yang menentukan kesuksesan kita adalah karena adanya program-program dan keyakinan-keyakinan yang ada di pikiran bawah sadar kita.
Contoh gampangnya begini, jika kita ingin menjadi kaya tetapi tidak diimajinasikan secara detail kaya yang bagaimana? Maka otak akan kesulitan untuk menterjemahkan makna dari perintah tersebut. Otak akan berkata: “Wah, yang ngasih perintah ini, goblok! Ingin kaya tetapi detailnya tidak ada.” Maka otak akan kesulitan mengirim informasi ke pikiran bawah sadar kita.

Lain halnya jika perintah itu benar-benar jelas dan spesifik misalnya pada kasus saya. Saya memerintahkan pada otak saya jika saya ingin menulis buku ke dua. Saya juga menjelaskan dengan sangat gamblang pada otak saya tentang tema atau topik pada proses pembuatan buku saya nanti. Saya juga menjelaskan: apa. bagaimana, umtuk apa, kapan, di mana, dalam waktu berapa lama proses buku saya tersebut. Bahkan saya juga menjelaskan secara detail buku-buku apa saja yang harus saya baca untuk menambah wawasan saya, siapa saja yang harus saya hubungi, dan siapa saja yang bisa membantu saya dalam mewujudkan impian saya.

Program ini saya informasikan ke otak yang secara otomatis terprogram juga dalam pikiran bawah sadar saya. Karena otak yang mengendalikan pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita. Ketika dalam proses berpikir, otak yang berupa sinyal-sinyal listrik mengirim kepada pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita, untuk selanjutnya diubah menjadi kode-kode makna. Ada orang berpendapat bahwa di sinilah letak jiwa kita. Ya, jiwa kita adalah kode-kode makna tersebut. Berarti pikiran sadar dan pikiran bawah sadar kita adalah jiwa kita.

Otak yang berupa sinyal-sinyal listrik berfungsi juga seperti antena yang menginformasikan ke seluruh alam semesta apa yang kita mau (apa yang sudah terprogram). So, jangan dibilang suatu “kebetulan” jika saya berhadapan dengan kejadian-kejadian yang “kebetulan” yang mengarah ke cita-cita saya tersebut. Karena alam semesta sebenarnya sudah diprogram dari Sang Pencipta untuk mendukung kesuksesan kita.

Jadi rugi dong jika kita memprogramkan sesuatu yang buram ke otak kita. Otak tidak bekerja secara maksimal dan tidak fokus. Karena kefokusan tergantung dari kejelasan suatu informasi. Jika sudah begini, siapa yang rugi?

Ketika buku pertama saya Anda Luar Biasa!!! (Fivestar, 2007) akan diterbitkan, saya ingat apa yang saya tulis dalam buku kecil saya beberapa tahun yang lalu. Ini yang saya tulis: “Maybe One Day I Will be Famous”. Untuk memberi gambaran yang lebih spesifik kepada otak saya, saya bertanya pada diri sendiri tentang passion saya. Apa yang membuat saya bergairah dalam mengerjakannya sehingga saya merasa senang tanpa beban? Ternyata saya suka menulis. Inilah passion saya.

Maka saya sampaikan ke otak bahwa saya ingin menjadi seorang penulis. Saya menulis “skenario” tentang cita-cita saya tersebut. Saya menulisnya dalam bentuk cerita. Dan jadilah sebuah naskah novel. Cerita dalam naskah novel tersebut berisi tentang impian saya yang seorang pembantu rumah tangga menjadi seorang penulis terkenal. Cerita dalam naskah novel tersebut sangat spesifik dan sangat detail, sehingga tanpa saya sadari program yang sangat detail tersebut terpatri dalam pikiran bawah sadar saya. Keyakinan “bisa menjadi seorang penulis” demikian mengkristal dalam jiwa saya. Gelombang energi dari sinyal-sinyal listrik pada otak saya menyebar ke seluruh tubuh untuk mendukung cita-cita saya.

by Eni Kusuma

Permalink Leave a Comment

KEKUATAN DETERMINASI

June 17, 2007 at 12:08 pm (article)

Di suatu sore hari, tampak seorang pemuda tengah berada di sebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan, kekecewaan dan frustrasi yang menggantung di sana. Dia sebentar berjalan dengan langkah gontai dan kepala tertunduk lesu, sebentar terduduk dan menghela napas panjang, kegiatan itu diulang berkali-kali seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya.

Saat itu, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba, yang sedang membuat sarangnya di antara ranting sebatang pohon tempat dia duduk sambil melamun. Dengan perasaan iseng dan kesal, diambilnya sebatang ranting dan segera sarang laba-laba itu pun menjadi korban kejengkelan dan keisengannya. Dirusak tanpa ampun.

Perhatiannya teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba-laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya. Apakah laba-laba akan lari terbirit-birit atau dia akan membuat kembali sarangnya di tempat lain?

Pertanyaan itu tidak membutuhkan jawaban untuk waktu yang lama. Karena si laba-laba kembali ke tempatnya semula, mulai mengulangi kegiatan yang sama, merayap-merajut-melompat. Setiap helai benang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar, dan hampir menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya.

Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh memperbaiki dan membuat sarang baru, kembali ranting si pemuda beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas dan ingin tahu, diamati ulah si laba-laba. Apa gerangan yang akan dikerjakannya setelah pengrusakan sarang kedua kalinya?

Ternyata, untuk ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya. Ia kembali memulai dari awal dengan bersemangat, merayap-merajut-melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, memintal membuat sarang sedikit demi sedikit.

Melihat dan mengamati ulah laba-laba, membangun sarang yang telah hancur untuk ke tigakalinya, saat itulah si pemuda mendadak sontak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah. Semangat binatang kecil sungguh luar biasa!!

Hal itu menimbulkan perasaan malu pada diri si pemuda. Karena sesungguhnya, si pemuda berada di taman itu, dengan hati dan perasaan gundah. Karena, dia baru saja mengalami satu kali kegagalan! Melihat semangat pantang menyerah laba-laba, dia pun berjanji dalam hati: Aku tidak pantas mengeluh dan putus asa karena telah mengalami satu kali kegagalan. Aku harus bangkit lagi! Berjuang dengan lebih giat dan siap memerangi setiap kegagalan yang menghadang. Seperti semangat laba-laba kecil yang membangun sarangnya kembali dari setiap kehancuran!

”Shi bai shi cheng gong de guo cheng”
~Kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.

Kegagalan bukan berarti kita harus menyerah apalagi putus asa. Kegagalan itu berarti kita harus introspeksi diri dan berikhtiar lebih keras dari hari kemarin. Selama kita masih memiliki tujuan yang menggairahkan untuk di capai, tidak pantas kita patah semangat di tengah jalan. Karena dalam kenyataannya, tidak ada sukses sejati yang tercipta tanpa melewati kegagalan. Jangan takut gagal!

Kegagalan adalah bagian kecil dari proses kesuksesan.

Salam sukses luar biasa!!!

Permalink Leave a Comment

Next page »